Home BERITA TERKINI Umat Muslim di Kedungpuji padati Masjid Nurul Falaah untuk Shalat Gerhana

Umat Muslim di Kedungpuji padati Masjid Nurul Falaah untuk Shalat Gerhana

145
0
Saifudin/Warta

GOMBONG (www.wartagombong.com) – Umat Muslim di Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong berbondong-bondong mendatangi masjid Nurul Falaah untuk melaksanakan shalat gerhana bulan, Rabu (31/1) selepas shalat Isya. Gerhana bulan yang istimewa kali ini, membuat sebagian besar masjid seluruh Nusantara turut menggelar shalat gerhana.

Pesan langsung melalui pengeras suara masjid dan melalui pesan media sosial membuat banyak umat Muslim memadati masjid terdekat. Halaman Masjid Nurul Falaah yang berada di Jalan Yos Sudarso Timur Rt. 05 Rw. 02 Dukuh Pucang Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong, itu dipadati motor dan kendaraan lainnya. Warga mulai berdatangan menjelang waktu shalat Isya.

Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Nurul Falaah Bambang Purwanto, S.Ag. mengingatkan masyarakat bahwa fenomena alam gerhana bulan menjadi peringatan manusia atas kebesaran Allah SWT. Pihaknya mengapresiasi minat masyarakat Desa Kedungpuji yang mengisi malam gerhana bulan dengan beribadah secara berjamaah di Masjid Nurul Falaah.

“Karenanya kita diminta Nabi untuk bertafakur dengan salah satu sunnah yakni shalat gerhana,” ujar Bambang.

Toko Komputer Online

Meski begitu, Bambang menyayangkan bila ada masyarakat yang masih mewarnai fenomena gerhana bulan dengan aktivitas mistik dan mengarah kepada syirik. Bambang mengingatkan bahwa kegiatan mistik dan syirik sama sekali di luar ajaran Islam.

Tak hanya itu, Bambang juga memberikan sosialisasi kepada para jamaah tentang tata cara shalat gerhana “pelaksanaan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan khutbah. Setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Adapun lafal niatnya sebagai makmum yaitu Ushallî sunnatal khusûf lil qamari rak‘ataini makmûman lillâhi ta‘âlâ.” terangnya yang juga bertindak sebagai Imam dalam shalat gerhana bulan tersebut.

Dalam khotbahnya, Ustadz Saryono menerangkan, terjadinya gerhana bulan atau matahari merupakan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah swt, agar umat manusia menyadari kejadian tersebut. Kejadian gerhana baik bulan ataupun matahari, Ustdaz melanjutkan, tidak ada kaitannya dengan pemahaman kematian atau kelahiran seseorang.

”Gerhana bulan atau gerhana matahari yang terjadi adalah tanda-tanda kebesaran Allah swt. Terjadinya gerhana tidak ada kaitan dengan ibu hamil, keamanan, kelahiran atau kematian,” katanya.

Menurut Ustadz Saryono, kejadian gerhana baik bulan ataupun matahari, hendaknya diambil pelajaran bagi manusia untuk menyiapkan bekal beramal sholih sesuai dengan kemampuan yang maksimal. Untuk itu, Ia menyebutkan, amalan bila terjadi gerhana hendaknya bertakbir, melaksanakan shalat gerhana, berdoa, dan beramal salih dengan banyak bersedekah.

”Mumpung waktu gerhana masih lama terjadi, banyak-banyaklah kita bertakbir dan bersedekah yang terbaik dari harta kita. Karena bersedekah harta kita menjadi teman kita setelah kita meninggal,” ujarnya yang juga kepala bidang Imaroh Masjid Nurul Falaah itu.

“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” imbuhnya mengutip QS. Fushshilat Ayat 37. (sfd)

Kursus Privat Komputer dan Service Komputer Panggilan di Gombong dan Sekitarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here